Mencoba Sukses

Mencoba Sukses Scene take Semua hening dan camera rolling Tiga puluh detik berlalu Enam puluh detik berlalu Tiga menit berlalu CUTTTT LO NGAPAIN LAGI SIH CONG tanya Sutradara emosi Penghayatan Men Bunuh orang

  • Title: Mencoba Sukses
  • Author: Adhitya Mulya
  • ISBN: 9797805131
  • Page: 266
  • Format: Mass Market Paperback
  • Scene 40 take 4 Semua hening dan camera rolling.Tiga puluh detik berlalu.Enam puluh detik berlalu.Tiga menit berlalu CUTTTT LO NGAPAIN LAGI SIH, CONG tanya Sutradara emosi Penghayatan, Men Bunuh orang kan gak gampang Nyawa orang itu berharga Lha, tukang bajaj kemaren Itu sih gue laper, ujar Pocong tanpa merasa bersalah GAK PAKE PENGHAYATAN, CONG BUNUH AJ Scene 40 take 4 Semua hening dan camera rolling.Tiga puluh detik berlalu.Enam puluh detik berlalu.Tiga menit berlalu CUTTTT LO NGAPAIN LAGI SIH, CONG tanya Sutradara emosi Penghayatan, Men Bunuh orang kan gak gampang Nyawa orang itu berharga Lha, tukang bajaj kemaren Itu sih gue laper, ujar Pocong tanpa merasa bersalah GAK PAKE PENGHAYATAN, CONG BUNUH AJA LANGSUNG INGET, TIGA PULUH DETIK Kayaknya gue gak bisa KENAPAAAAAAAAAAA Nih ya gue jelasin Waktu Christine Hakim main di Pasir Berbisik, untuk menyiapkan mental adegan bunuh orang, dia butuh enam jam, Men TRUS, MAU LO APA Gue butuh dua belas jam LAKUIN SEKARANG LAKUIN SEKARANG JUGA LAKUIN ATO GUE SURUH SEMUA ORANG DI SINI NGAJI BIAR LO BERASEP Ketika dunia perfilman mengandalkan tokoh dari dunia lain untuk memerankan aktor utama, kehadiran sosok Pocong kemudian menghancurkan semua imajinasi para pembuat film Ditemani sahabatnya, Babi Ngepet, Pocong akan membuat kita terbahak bahak lewat kisahnya mempertahankan eksistensi di jagat industri film.

    • [PDF] Download Ì Mencoba Sukses | by ´ Adhitya Mulya
      266 Adhitya Mulya
    • thumbnail Title: [PDF] Download Ì Mencoba Sukses | by ´ Adhitya Mulya
      Posted by:Adhitya Mulya
      Published :2019-09-02T12:10:26+00:00

    About “Adhitya Mulya

    • Adhitya Mulya

      Adhitya Mulya Adit aspires to be a story teller.At early age, Adit learned and enjoyed story telling thru visual mediums like movies and drawings This, inspired little Adit to take up drawing as a child, and later photography in his teen years.As a young adult, Adit tries to expand his storytelling medium thru novels Jomblo 2003 is his first novel romantic comedies and was national best seller and later made into a movie by the same title 2006 He went on to write another rom com novel Gege Mengejar Cinta 2004.Adit uses novels as a medium to try new genres Travelers Tale 2007 was the amongst the first Indonesian fiction novels with traveling theme before becoming mainstream in Indonesia Mencoba Sukses 2012 was his effort to try on horror comedy which later found, not working very well.He released Sabtu Bersama Bapak 2014 , a family themed novel which again became national best seller, well received, and also made its way into motion picture 2016.His latest novel, Bajak Laut Purnama Terakhir 2016 is his effort in learning how to make a thriller history novel.Adit s passion towards storytelling branches out from drawing, photography to novel and move scripts, which amongst other are,Jomblo 2006 Testpack 2012 Sabtu Bersama Bapak 2016 Shy Shy cat 2016.

    971 thoughts on “Mencoba Sukses

    • "Kenapa harus klep jantung yang gua ambil?""Karena gua gak punya klep bajaj." Sutradara gusar.Sebagai sebuah komedi horor, "Mencoba Sukses" harus dipahami dalam konteks yang disampaikan dalam bagian pengantarnya. Bagaimana buku ini harus dibuat seringkas, ringan, dan sekomedik mungkin. Demi tercapainya tujuan-tujuan yang disebutkan dalam pengantarnya.Disini, pembaca tidak akan repot dipusingkan soal karakterisasi. Karena, pada umumnya pembaca sudah lebih dulu akrab dengan tokoh-tokoh seperti Poc [...]


    • Dulu, saat buku ini baru-baru terbit, aku sama sekali belum pernah baca tulisan Adhitya Mulya (sekali pun masterpiece-Jomblo). Sempat mau baca, tapi ditunda karena konon buku ini banyak mendapat tudingan miring. Sampai akhirnya aku berburu karya beliau yang lain dan mulai ketergantungan (yes, hampir lengkap ngoleksi), aku baru ingat kalau harus baca novel ini juga. Mencoba Sukses ibarat sebuah karya eksperimental yang ditulis dengan iseng. Seperti coretan di belakang buku tulis yang ditulis asal [...]


    • Gak dapet feel sama sekali pas baca novel ini, sih. Beberapa part lucu dan khas mas Adhitya Mulya. Sayang di beberapa bagian lain terkesan biasa saja & garing.Mungkin seharusnya novel ini gak dibuat dan cukup buat jadi cerita pendek aja.


    • kayaknya buku ini ditulis pas kang adit masih muda kali yaa? *sotoyyy*gaya penulisannya ga berubah, tapi kematangan ceritanya jauuhh bedanya.diantara buku2 kang adit, buku ini sih yg kurang mateng. tetep suka dan nunggu karyanya kang adit selanjutnya sihrever love for kang adit. huehehehe


    • Let me tell you a storyUntuk beberapa orang yang sudah kenal saya di luar GR, mungkin udah eneg baca cerita ini lagi X). But I still wanna tell it anyway :p.Settingnya beberapa tahun yang lalu, saat Adhitya Mulya baru saja mengeluarkan novel pertamanya : Jomblo.Kala itu, saya menulis review yang yahtu deh, sesuai kebiasaan saya lah kalo nge-review. Dan gak tau gimana, Adhitya tau tentang review itu. Dia cuma bilang : "Makasih udah sediain waktu buat baca dan review" ato something yang seperti it [...]


    • *ketawa dulu*Alasan ketawa :1. Bukunya penuh kelucuan2. Ketawain diri sendiri yang udah tertipu dengan judul paling besarnya!Yup!Pertama kali gue ngeliat buku ini di twitternya Adhitya Mulya (@adhityamulya), judulnya 'MENCOBA SUKSES' itu cukup menarik perhatian. Wah jarang-jarang nih orang nulis tentang motivasi. Biasanya kalo nggak novel, humor, atau cerita tentang pengalaman-pengalamannya lah. Pokoknya gak 'seserius' ini. Penasaran dong gue. Sama sekali nggak ada pikiran untuk ngecek tulisan-t [...]


    • 5 bintang???? kaga salah???Yupp, mungkin penilaian saya cenderung subyektif (ya iyalah ya, namanya juga penilaian pribadi, kalo bukan subyektif apaan namanya?) karena terus terang saja, Adhitya Mulya adalah salah satu penulis favorit saya, sejak 'Jomblo', saya selalu mengikuti setiap hasil karyanya, bahkan yang cuma kumcer sekalipun. Makanya begitu tahu kalo si akang Adhit ngeluarin buku lagi, langsung deh capcuss ke gramedia terdekat buat beli.Dan yes, kang Adhit tidak pernah mengecewakan saya. [...]


    • Saya merupakan penggemar Mas Adhit sejak bukunya yang Jomblo. Tapi habis itu, yang saya suka hanya Catatan Mahasiswa Gila aja. Oh, dan part Jusuf di Traveler's Tale: Belok Kanan barcelona. Tapi saya mengagumi pemikiran Mas Adhit yang kelihatan di blog atau twitternya. Cerdas dan lucu. Melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Jadi ketika buku ini dibilang mau terbit, saya excited banget buat membaca. Sampai preorder segala biar dapet tanda tangannya, heheheBut apparently, ekspektasi saya nggak ses [...]


    • Entahlah, ya. Entah temanya yang tidak kena bagiku. Atau penuturannya yang menurutku kurang sreg di hati.Membacanya aku capek, padahal buku ini tidak terlalu tebal, font besar, dan spasinya cukup lebar pula. Mungkin karena bagiku terlalu banyak adegan marah-marah menggunakan capslock. Dan sepertinya cukup sering suasana humor yang dibangun dengan salah satu pihak marah-marah sementara satunya lagi cenderung cuek. Jadi, bagiku, membacanya kurang menyenangkan.Dan menjelang akhir aku merasa, eh sud [...]


    • Akhirnya karya terbaru dari salah satu penulis komedi fave! *dance*Tidak lama setelah kabar beredarnya buku ini di tokbuk, langsung pergi buat beli.Dan tidak mengecewakan! Bukunya ngocol banget. Bikin kangen dengan penulisnya #lho #shot :))Nggak deh. Tapi bikin ngerasa hantu-hantu itu tidak semenyeramkan yang tergambar di film-film. :p Bahkan menelan sepinggan betis tukang becak aja bisa bikin ngakak. =)) *istilah yang disuka di buku ini* Pokoke kalau ngaku suka dengan buku-buku komedi, mesti ba [...]


    • buku adit yang udah gue baca itu jomblo, travelers' tale, catatan mahasiswa gila, dan ini. yang paling gue suka itu travelers' tale, dan yang di urutan kedua adalah mencoba sukses ini. why? i think adit is effortlessly hilarious here. kalimat2nya sharp, lucu tanpa memaksa, sindiran halusnya terhadap trend terkini juga lucu. gue baca buku ini sampai tamat ga lepas cuma 2 jam aja. kalau nanya gue, ini salah satu dari 10 buku yg akan gue rekomendasikan orang2 utk baca di tahun 2012 ini. you're awes [...]


    • YEEE! Adhitya Mulya bikin buku baru!!isinya nggak jauh jauh dari komedi koplak. tapi yang beda, buku ini sebenernya buku serem kalo bukan ditulis sama Adhit. jadi buku ini buku comedy-horror. buku ini tentang POCONG, KUNTI, SUNDELBOLONG, SUSTERNGESOT dan kawan-kawannya, yang ternyata hidup seperti kita juga! mereka bisa ngutang, bisa pengangguran, bisa selingkuh, bisa berubah jadi asep kalo dibacain Yasiin=)) sumpah ngakak! cuman tadi gua bacanya sambil ngantuk jadi yah gitu deh. bintang 3 seten [...]


    • Buku ini memang tidak selucu atau sekeren buku Adhitya Mulya yang terdahulu. Cuma butuh waktu satu jam buat melahap habis buku ini. Lucu sih, tapi kaya yang kurang gregetnya. Kalo dulu baca buku2 Adhitya Mulya kaya Jomblo, gege Mengejar Cinta, atau Traveler's tale, rasanya waaahh gitu. Bikin keinget2 terus jalan ceritanya sampe udah selesai baca pun ketawa2 sendiri.tapi di buku ini saya cuma senyum-senyum aja sih, walaupun ada bagian yang bikin ketawa. tapi nggak sampe bikin pengen baca ulang gi [...]


    • Humornya sinis dan sadis. Suka! Saya sih sudah membaca bagian awal buku ini di blog-nya Adit dan wondering aja ketika tahu cerita pocong nyebelin itu dijadiin buku. Sukses membacanya dalam waktu kurang dari dua jam. Selera humor Adit yang nyinyir menjadikan buku ini berisi komedi yang cerdas, terutama tentang dunia perfilman Indonesia yang memang sudah tiarap. Enggak ada narasi-narasi lebay seperti kebanyakan buku komedi, kecuali font kapital yang bikin sakit mata.


    • saya kini sadar, saya tidak suka tema seperti ini. mengkhayalkan babi ngepet dan pocong menjadi artis. saya tidak suka lelucon yang hanya khayalan. membayangkan kedua setan tersohor di indonesia itu melucu menurut saya tidak lucu dan tidak menarik (maaf) hehehe tapi adhitya mulia akan tetap menjadi salah satu penulis yang lucu :)


    • Buku ini bisa jadi lebih cerdas daripada penampilannya. Entah memang niatan penulisnya atau si sinis yang ada pada diri saya, pada banyak cuplikan lelucon satir di buku ini kita bisa dapat pengetahuan cukup banyak tentang industri film semi-komedi-semi-horror-semi-porno.Sayangnya, buku ini juga semi-semi saja. Semi lucu, semi serius, semi menarik, serba nanggung.


    • di depan cover bukunya saya liat komennya alit dan vabyo, pada saat itu saya menaruh ekspektasi besar sama isi bukunya. but, unfortunately, ditengah-tengah baca justru saya menutup bukunya dan memilih buku lain untuk dibaca. atau emang saya yang belum nemu sisi kocak buku ini? :)))


    • cocok itu dijadikan hiburan. meski bergenre komedi, tetap ada pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. dan yang paling saya suka adalah "belajar sukses ala babi ngepet". mau tau apa? caru tahu sendiri aja dengan membaca bukunya ;)


    • Seharusnya, seorang Adhitya Mulya bisa lebih baik dari ini. Agak garing ya tapi ya sudahlahNice trySuka sama pengantarnya malah, pingin ngasih cerita hantu yang ga serem buat anaknya. Such a family man, yeah?



    • agak-agak tertipu dengan judulnya tetep lucu siih tapi lebih suka "catatan mahasiswa gila" dan tetep suka karya-karyanya adhitya mulya :)


    • Masih tetep ngakak walau ada beberapa bagian yang garing. Saya yakin hanya seorang Adhitya yang bisa membawakan humor seperti di buku ini.





    • bukan penggemar komedi, tapi cara Adhitya Mulya menuliskan cerita memang baik dan bagus. Hampir tidak ada kejanggalan meskipun yg diceritakan sangat fiktif



    • Funny, but not hilarious. However, saya tetap suka gaya humor Adhitya Mulya yang menurut saya tidak kasar seperti yang banyak ditemukan dalam buku-buku komedi yang bertebaran saat ini.


    • Haha, bisa-bisanya si Adhit ini mbahas Top 10 Hantu di Indonesia dengan begitu detil dan nyata. Tulisan detil khas Adhitya Mulya yang mengocok perut emang selalu aku suka!


    • lumayan, ada berapa bagian yg buat ak ngakak, sindiran buat perfilman indonesia khususnya film2 horor, bener deh, kangen jamannya Suzana, liat mukanya aja udah merinding


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *